INGAT!!! Umat Islam Akan Melawan Propaganda Makar Rezim Otoriter JOKOWI



OTORITARIANISME umum dimaksud juga memahami otoriter, yakni pemerintahan yang dalam menggerakkan kekuasaannya memakai basic wewenang dalam memikirkan.

Wewenang itu digunakannya untuk membatasi kebebasan individu serta orang-orang. Saat bertemu dengan permasalahan umum, orang otoritarian tak konsentrasi pada inti serta kebutuhan satu permasalahan namun condong ikut serta serta mengurusi perkara yang dipersoalkannya.

Pemimpin yang otoritarian lebih pilih komunikasi satu arah dalam menggerakkan tugasnya baik dalam mengemukakan ide, pemikiran, serta pesan. Singkatnya cuma satu bentuk komunikasi yang dipahaminya, yakni instruksi.

Dalam melakukan tindakan, kekuasaan yang otoritarian lebih sukai main paksa yakni dengan melumpuhkan orang, memakai ancaman serta meremehkan permasalahan yang besar. Atasan yang otoritarianisme menuntut bawahan untuk menuruti semuanya perintah, meremehkan fungsi bawahan, kerap mempermainkan perasaan bawahannya serta dengan berniat bikin mereka terasa salah serta malu. Singkatnya orang otoritarianisme bakal bergelut pada kekuasaan yang dipunyainya lantaran melihat kekuasaan bukanlah sebagai fasilitas tetapi untuk maksud sendiri. Yang terutama untuk mereka yaitu bagaimana kekuasaan berperan, dipakai serta dipertontonkan.

Otoritarianisme berkembang serta banyak nampak dalam orang-orang yang formalistik, legalistis, serta konvensionalistis. Ketidaksamaan otoriter serta totaliter yaitu kharisma kepemimpinan pada totaliter begitu kuat, sedang pada otoriter kharisma begitu lemah. Tingkat korupsi pada otoriter lebih tinggi dari totaliter. Totaliter juga berpedoman satu ideologi yang pasti sedang pemerintahan otoriter jalan tanpa ada ideologi. Legitimasi pemerintahan totaliter juga tambah lebih kuat dari pemerintahan otoriter.

Saat penguasa otoritarianisme lihat sinyal tanda kejatuhannya mereka jadi cemas, kalap, menindas dengan kekuasaan, membungkus kemauan jahat dengan kebohongan serta jadi uring-uringan. Kekuasaannya selekasnya dibentengi dengan piranti kekuasaan di bawahnya. Sikap intoleransinya pada kritik dapat berwujud fitnah, intimidasi, ancaman, pemecatan, hingga perang urat saraf.

Berkaitan dengan penangkapan beberapa tokoh nasionalis serta aktivis, itu yaitu bukti kalau pemerintahan Jokowi berpedoman otoritarianisme. Kritik yang di sampaikan beberapa tokoh nasionalis serta aktivis yang menyerukan kembali pada UUD 1945 asli dikira membahayakan kekuasaannya.

Gagasan tindakan mengemukakan pendapat ke DPR yang disebut hak konstitusional warga negara malah dituduh sebagai aktivitas makar. Walau sebenarnya menurut pasal 87 KUHP menyatakan tindak pidana makar baru berlangsung jika sudah dimulainya perbuatan-perbuatan proses dari si pembuat makar.

Yang disebut dengan makar dalam delik ini yaitu pergantian pemerintahan lewat cara yg tidak sah yg tidak berdasar pada saluran yang diputuskan dalam undang-undang. Bila mengacu pada urutan penangkapan beberapa tokoh nasionalis serta aktivis mendekati tindakan 212 jadi rumusan serta prasyarat delik ini tidak bisa tercukupi lantaran bukti-bukti kurang. Namun untuk menyelamatkan muka penguasa yang sudah menebarluaskan tuduhan makar pada mereka, jadi tuduhan berubah pada aksi menebar kebencian. Berikut yang berlangsung pada Sri Bintang Terakhir serta Hatta Taliwang, yang awalannya di tangkap dengan tuduhan makar.

Patroli di medsos dengan senjata undang-undang ITE dirasa umum sebagai bentuk sweeping pada account medsos yang dikira menyerang penguasa dengan dalih menebarkan kebencian. Walau sebenarnya ujaran kebencian itu multi tafsir yang setiap waktu bisa direkayasa penguasa untuk memberangus kebebasan memiliki pendapat.

Propaganda tuduhan makar oleh pemerintahan Jokowi juga di dukung oleh sebagian media mainstream. Pemaknaan atau penafsiran atas opini makar yang dibuat oleh media mainstream spesifik didominasi oleh alasantasi bebrapa grup sekuler serta liberal. rmol
INGAT!!! Umat Islam Akan Melawan Propaganda Makar Rezim Otoriter JOKOWI INGAT!!! Umat Islam Akan Melawan Propaganda Makar Rezim Otoriter JOKOWI Reviewed by Siska Permatasari on 10.23 Rating: 5

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

TOP-LEFT ADS