Kisah Gadis Rimba Mengembara dari Pedalaman Dayak Loksado ke Jakarta



Cerita gadis rimba asli Dayak yang mengembara ke ibukota jadi viral di facebook. Tulisan pertama diberikan 1. 205 account facebook, serta tulisan ke-2 diberikan 17 account facebook.
Selesai sekian hari lantas, di account fotografer, Donny Sopandhi New.
Pembaca medsos seolah melihat narasi si gadis Dayak dari pegunungan Meratus. Tepatnya di desa nya di Kampung Hujung, Haratai Dua, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel.
Lewat tulisan photo sang fotografer. Donny mengabadikannya saat gadis bernama Rahmasari duduk di kelas tiga SD. Yaitu sekitaran 2006 lantas, saat ini diabadikan kembali ke 27 Februari 2016 lantas.
Walau telah menginjakkan kaki di ibu kota, kecantikan gadis Dayak tetaplah tampak. Dalam photo yang di posting, Rahma tetaplah tampak bak gadis rimba.
Membakar kayu yang umum dipakai orang-orang Dayak untuk mengusir nyamuk.
Lantas, bagaimana cerita si gadis Dayak dapat hingga ke ibu kota?
Masih tetap dalam tulisan Donny, ia bercerita bagaimana Rahma beralih dari pegunungan Meratus ke Jakarta.
Perjuangan hidup Rahma yang termasuk cukuplah berat, lantaran ditinggalkan oleh anggota keluarganya. Ibu Rahma wafat, disusul sang adik yang juga wafat dunia.
Sesaat sang bapak, menikah lagi serta Rahma pada akhirnya diasuh oleh paman.
Paman Rahma berikut yang pada akhirnya mengantarkan Rahma ke ibu kota.



" Perjuangan hidupnya termasuk berat. Mulai sejak msh umur balita, Rahma sdh di tinggalkan ibunya wafat dunia. Lalu adik nya juga wafat dunia. Bapak nya menikah lagi serta Rahma di asuh oleh paman nya sampai lulus SD., " catat Donny.

Rahma mengetahui ibu kota saat duduk di bangku SMP. Paman Rahma memboyongnya ke Jakarta. Di ibu kota, ia dititipkan ke salah seseorang guru yang sebagai pengajar di sekolah itu.
" Waktu SMP Rahma dibawa Pamannya ke Jakarta, serta di titipkan ke salah seseorang Guru. Yang jg sebagai pengajarnya di sekolah. "
Saat ini, sang guru juga jadi orang-tua angkatnya di Jakarta.
Sampai saat ini Rahma berbarengan orangtua angkatnya yg menyekolahkannya di kota besar Jakarta.. "
Dalam postingannya, Donny mengharapkan Rahma tetaplah sebagai gadis Dayak yang menjunjung budaya. Ibu kota tak mengubahnya jadi gadis metropolis.
" Mudah-mudahan Jakarta tdk jadikan Rahma jadi gadis yg metropolis..
Serta keluarga di Pegunungan Meratus mengharapkan supaya Rahma Nantinya dapat jadi kebanggaan keluarga serta dusun kelahirannya... Amiiin. "
Terlebih dulu, fotografer berjanggut tidak tebal ini memposting bagaimana ia mengabadikan Rahma.
Dari tulisan photo 2006 lantas sampai 27 Februari 2016 ini.
Ditempat yang sama, di depan tempat tinggal Rahma yang ia menempati dahulu serta saat ini.
Saat berkunjung ke kampung halaman, walau telah tinggl di ibukota.
GADIS BELANTARA MENUJU IBUKOTA
Namanya Rahmasari, " photo atas " sy abadikan pd th. 2006 sekitaran 10 thn lantas didepan tempat tinggalnya di dusun Hujung, Haratai 2, Kec Loksado.
waktu itu Rahma br duduk di kelas 3 SD. "
" Photo bawah " sy abadikan pd 27 Pebruari 2016, waktu Rahma berlibur kuliah persis didepan tempat tinggalnya 10 thn lantas.
Rahmasari tumbuh dewasa, serta saat ini menuntut pengetahuan di Ibukota Jakarta.
Walau bergelut dgn gemerlap kota metropolitan serta perkembangan modernisasi yg tidak terbendung... Rahmasari tetaplah seseorang gadis Dusun. Gadis yg masihlah pelihara kebiasaan istiadat dan budaya yg di turunkan orang tuanya, yakni KESEDERHANAAN. "
Sumber : tribunnews. com
Kisah Gadis Rimba Mengembara dari Pedalaman Dayak Loksado ke Jakarta Kisah Gadis Rimba Mengembara dari Pedalaman Dayak Loksado ke Jakarta Reviewed by Siska Permatasari on 19.55 Rating: 5

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

TOP-LEFT ADS