Ini Ciri-ciri Sosok Pemimpin 'Ratu Adil' dalam Ramalan Jayabaya yang Fenomenal

Ini Ciri-ciri Sosok Pemimpin 'Ratu Adil' dalam Ramalan Jayabaya yang Fenomenal
Nama Raja Jayabaya demikian melegenda terutama di kalangan rakyat Jawa.
Dalam sejarah, Jayabaya adalah seorang raja yang memerintah Kerajaan Kediri sekitar tahun 1130 hingga tahun 1160.
Ia adalah salah satu keturunan dari Prabu Airlangga, penguasa tertinggi Kerajaan Kahuripan.
Jayabaya merupakan putra dari Raja Kameswara dengan permaisuri Cri Kirana, seorang putri dari Jenggala.
Dalam cerita rakyat dan kesusteraan Jawa, romantika cinta mereka lebih dikenal sebagai kisah cinta antara Panji Inukertapati dan Galuh Candra Kirana.
Raja Jayabaya sendiri dikenal sebagai seorang raja yang adil dan hebat.
Bahkan namanya masih terkenal hingga sekarang karena adanya ramalan Jayabaya, atau sering disebut sebagai "Jangka Jayabaya".
Jangka Jayabaya ialah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya.
Kitab "Jangka Jayabaya" pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu yang dikarangnya pada tahun 1741-1743.
Dalam ramalan tersebut, Jayabaya percaya bahwa akan ada masa dimana Indonesia dipimpin oleh seorang 'Ratu Adil' yang akan membawa Tanah Air menuju kemakmuran.
Dikutip dari sebuah buku berjudul Ramalan Jayabaya, Indonesia Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan karangan Suwidi Tono, berikut ini adalah ciri-ciri yang menandai masa dimana 'Ratu Adil' tersebut akan segera tiba.
1. Kereta berjalan tanpa kuda
Dalam satu bait ramalan Jayabaya, disebutkan demikian:
Kelak bila ada kereta berjalan tanpa kuda, tanah Jawa berkalung besi.
Perahu berjalan di angkasa, sungai besar hilang lubuknya, pasar kehilangan gaungnya.
Itulah tanda-tanda akan tibanya zaman.
Di mana ramalan Jayabaya tengah mendekati kenyataan.
Bait tersebut ditafsirkan demikian:
Kereta yang berjalan tanpa kuda, berarti kendaraan yang digerakkan menggunakan mesin.
Tanah Jawa berkalung besi berarti Pulau Jawa dan pulau lainnya mempunyai rel kereta api.
Perahu berjalan di angkasa adalah pesawat terbang.
Sungai kehilangan lubuknya, karena banyak bendungan dibangun.
Pasar tradisional tersingkir kehilangan gaungnya digantikan pusat perbelanjaan modern.
Jayabaya mengatakan itulah tanda-tanda ramalannya akan segera menjadi kenyataan.
2. Muncul bintang pari
Bait lain menyebutkan:
Sebelumnya akan ada pertanda bintang pari, panjang sekali tepat di arah tenggara.
Selama tujuh malam, hilangnya menjelang pagi sekali.
Bersamaan dengan munculnya Batara Surya, bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut.
Itulah tanda putra Batara Indra sudah tampak.
Datang ke bumi untuk membantu orang Jawa.
Bait ini ditafsirkan:
Sebelum 'Ratu Adil' itu datang, akan ada pertanda berupa munculnya bintang pari (bintang ekor panjang).
Bintang itu panjang sekali, muncul dari tenggara selama tujuh malam.
Dengan munculnya tanda tersebut, keprihatinan dan kesengsaraan rakyat akan segera sirna.
3. Pemimpin yang dimaksud
Bait ini menggambarkan tentang sosok pemimpin yang dinanti-nanti tersebut.
Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya air bengawan.
Berumah seperti raden Gatotkaca, berupa rumah merpati susun tiga.
Dalam bait ini jelas menyebutkan bahwa sosok 'Ratu Adil', pemimpin yang diharapkan membawa Indonesia menuju kemakmuran muncul dari kaki Gunung Lawu, Jawa Timur.
4. Dialah sang Ksatria yang terpilih
Datangnya seorang pemimpin bijak tersebut juga ditegaskan dalam bait berikut :
Oleh sebab itu carilah satria itu.
Sudah yatim piatu, tak bersanak saudara.
Sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman Trisula.
Ujung trisulanya sangat tajam, membawa maut atau hutang nyawa.
Yang tengah pantang merugikan orang lain.
Yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan.
Penafsirannya sebagai berikut:
Carilah satria pinilih itu.
Ia telah yatim piatu, telah lulus wedha dan hanya bersandar pada trisula.
Kedahsyatan trisula telah teruji.
Bagian tengahnya pantang merugikan dan membuat susah orang lain.
Bagian kiri dan kanan menolak segenap bentuk kebatilan.
Trisula yang dimaksud tersebut dapat diartikan sebagai badan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.(*)

Ini Ciri-ciri Sosok Pemimpin 'Ratu Adil' dalam Ramalan Jayabaya yang Fenomenal Ini Ciri-ciri Sosok Pemimpin 'Ratu Adil' dalam Ramalan Jayabaya yang Fenomenal Reviewed by Siska Permatasari on 10.13 Rating: 5

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

TOP-LEFT ADS