Tolong Bantu Sebarkan Ya...Inilah Alasan Kenapa Rasulullah SAW Melarang Makan dan Minum Sambil Berdiri



Kebiasaan makan serta minum sembari berdiri saat ini dianggap
umum di beberapa besar orang-orang. Walau sebenarnya, dalam kebiasaan
lama, makan serta minum sembari berdiri kerap dikonotasikan
dengan perbuatan yg tidak sopan.
Dahulu, rutinitas makan serta minum mesti dilakukan dengan cara
duduk. Ini ditujukan untuk menghormati rejeki dari Tuhan yang
diberikan kepada manusia.
Dalam Islam sendiri, rutinitas makan dan minum sembari berdiri
adalah hal yang dilarang. Rasulullah sendiri bahkan juga menegur
dengan keras bila mendapati sahabat makan dan minum sambil berdiri.
Rasulullah SAW Bersabda :
 
 “Jangan kalian minum sambil berdiri!
Jika kalian lupa, jadi hendaknya ia
muntahkan! ” (HR. Muslim)
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda :
 “Sesungguhnya beliau melarang seorang
minum sambil berdiri.
Qotadah berkata : ”Bagaimana dengan makan? ” Beliau
menjawab : “Itu lebih buruk lagi”. (HR. Muslim
dan Turmidzi)
Diriwayatkan saat Rasulullah s. a. w. di rumah Aisyah r. a. sedang
makan daging yang dikeringkan di atas talam sembari duduk
bertekuk lutut, tiba­tiba masuk seseorang wanita yang keji mulut
lihat Rasulullah s. a. w. duduk sedemikian itu lantas berkata :
 “Lihatlah orang itu duduk seperti budak. ”
Jadi dijawab oleh Rasulullah s. a. w. : “Saya
seorang hamba, jadi duduk seperti duduk
budak serta makan seperti makan budak. ” Lalu
Rasulullah s. a. w. mempersilakan wanita itu
untuk makan. Mengenai duduk bertelekan
 (bertumpu pada suatu hal) sudah dilarang oleh
Rasulullah seperti sabdanya,
“Sesungguhnya Saya tdk makan secara
bertelekan” (HR Bukhari).
Jaman moderen ini, medis menunjukkan kalau larangan
Rasulullah SAW itu. Makan dengan duduk dapat bikin otak
konsentrasi pada makanan yang bakal disantap. Sesaat minum
sembari duduk mampu menyalurkan air ke sisi tubuh yang
membutuhkan.


Dr. Abdurrazzaq Al­Kailani berkata :
 “Minum serta makan sembari duduk, lebih
sehat, lebih selamat, serta lebih sopan, karena
apa yang diminum atau dikonsumsi oleh
seorang bakal jalan pada dinding usus
dengan perlahan-lahan serta lembut. Mengenai minum
sembari berdiri, jadi ia bakal menyebabkan
jatuhnya cairan dengan keras ke basic usus,
menabraknya dengan keras, bila hal semacam ini terjadi
berulang­ulang jangka waktu lama jadi akan
mengakibatkan melar dan jatuhnya usus, yang
lalu menyebabkan pernah sekali minum
sembari disfungsi pencernaan. Adapun
Rasulullah berdiri, jadi itu karena ada
suatu hal yang menghalangi beliau untuk duduk,
seperti penuh sesaknya manusia pada tempat
tempat suci, bukan adalah tradisi.
Ingat cuma sekali lantaran darurat!
Begitu pula makan sembari jalan, sekalipun tak sehat, tidak
sopan, tak etis serta tak pernah di kenal dalam Islam serta kaum
muslimin.
 
Dr. Ibrahim Al­Rawi lihat kalau manusia pada saat berdiri,
ia dalam kondisi tegang, organ keseimbangan dalam pusat
saraf tengah berusaha keras, agar dapat mempertahankan
semuanya otot pada badannya, hingga dapat berdiri stabil dan
dengan prima. Ini merupkan kerja yang begitu cermat yang
melibatkan semuanya susunan syaraf serta otot secara
berbarengan, yang jadikan manusia tak dapat meraih
ketenangan yang disebut prasyarat tepenting pada saat
makan serta minum.
Ketenangan ini dapat dihasilkan ketika duduk, di mana syaraf
ada dalam kondisi tenang serta tidak tegang, hingga system
pencernaan dalam kondisi siap untuk terima makanan dan
minum dengan cara cepat.
 
Dr. Al­rawi menekankan kalau makanan serta minuman yang
disantap ketika berdiri, dapat beresiko pada refleksi saraf
yang dikerjakan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh)
yang banyak menyebar pada susunan endotel yang mengelilingi
usus. Refleksi ini jika berlangsung dengan cara keras serta tiba­tiba, bisa
mengakibatkan tak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang
kronis, untuk menghantarkan detak mematikan untuk jantung,
hingga mengakibatkan pingsan atau mati mendadak. Demikian pula
makan serta minum berdiri secara selalu –menerus terbilang
membahayakan dinding usus serta memungkinkan terjadinya luka
pada lambung. Beberapa dokter lihat kalau luka pada lambung
95% berlangsung pada tempat­tempat yang umum bebenturan dengan
makanan atau minuman yang masuk.
Berikut Gambaran bila makan serta minum sembari berdiri
Air yang masuk lewat cara duduk bakal disaring oleh sfringer.
Sfringer yaitu satu struktur maskuler (berotot) yang bisa
buka (hingga air kemih dapat melalui) serta tutup. Tiap-tiap air
yang kita minum bakal disalurkan pada ‘pos­pos’ penyaringan yang
ada di ginjal. Nah. Bila kita minum berdiri air yang kita minum
tanpa ada disaring lagi. Segera menuju kandung kemih. Ketika
segera menuju kandung kemih, jadi berlangsung ingindapan
disaluran ureter. Karena banyak limbah­limbah yang menyisa di
ureter.
 
Inilah yang dapat menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu
penyakit ginjal yang beresiko. Sulit kencing itu pemicunya.
Seperti keadaan keseimbangan ketika berdiri disertai
pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya
makanan ke usus dengan cara gampang, serta terkadang menyebabkan
rasa sakit yang begitu yang mengganggu manfaat pencernaan, dan
seorang dapat kehilangan rasa nyaman waktu makan serta minum.
Oleh karenanya marilah kita kembali hidup sehat serta sopan
dengan kembali pada pada adab serta akhlak Islam, jauh dari sikap
meniru­niru style orang­orang yg tidak mendapat hidayah Islam.
 
Masihkah kamu makan dan minum sambil berdiri?

sumber: http://www.satujam.com/

Tolong Bantu Sebarkan Ya...Inilah Alasan Kenapa Rasulullah SAW Melarang Makan dan Minum Sambil Berdiri Tolong Bantu Sebarkan Ya...Inilah Alasan Kenapa Rasulullah SAW Melarang Makan dan Minum Sambil Berdiri Reviewed by Siska Permatasari on 21.07 Rating: 5

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

TOP-LEFT ADS