TAHUKAN KALIAN SEMUA!!! Kenapa Tali Pocong Harus Dilepas?? JANGAN LUPA DI SHARE!!!


Orang-orang sering kali membuat mitos-mitos yang pada akhirnya berkembang serta diakui dengan cara turun temurun. Satu diantara mitos yang berkembang yaitu mengenai jenazah sebagai hantu gentayangan lantaran kain kafan atau tali pocongnya tak dilepaskan. Bahkan juga lantaran demikian popular di orang-orang, narasi mengenai tali pocong sering kali jadi ide dalam produksi film horor di tanah air. 

Lalu apakah benar jenazah yg tidak dilepaskan tali pocongnya bakal gentayangan jadi hantu? Pemahaman ini utama di ketahui supaya tak berkembang mitos atau Khurafat yakni menghubungkan satu momen yang berlangsung dengan satu perkara yang tutup akal. Lantas bagaimana kajian Islam dengan cara syariah berkaitan melepas tali pocong sesudah jenazah dikuburkan?

Melepas tali ikatan kain kafan sesudah dikuburkan dianjurkan oleh beberapa besar ulama. Dalam satu kisah dijelaskan kalau Nabi Muhammad SAW melepas ikatan kain kafan dari jenazah Nu’aim bin Mas’ud waktu dimasukan kedalam pendam. Sekian dengan apa yang diriwayatkan oleh al Atsram dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Apabila kalian memasukan mayit dalam lahad jadi lepaslah ikatannya. ” (Markaz al Fatwa No. 57585).

Disamping itu Imam Ar-Romli dalam kitabnya yang berjudul Nihayatul Muhtaj menyampaikan, " Apabila mayat telah ditempatkan di pendam, jadi dilepaslah seluruh ikatan dari badannya mengharapkan nasib baik yang membebaskannya dari kesusahan di alam Barzah, karena itu, makruh hukumnya bilamana ada suatu hal yang mengikat sisi badan jenazah baik jenazah anak-anak ataupun jenazah dewasa, " 

Berdasar pada rujukan diatas disarankan untuk buka ikatan kain kafan yang ada di kepala atau di kedua kaki. Walau demikian dilarang untuk buka muka si mayit lantaran tak ada hukum yang mendasarinya. Buka muka mayit cuma dibenarkan bila mayit itu wafat dalam keadaaan ihram, pasalnya Allah SWT bakal membangkitkannya nantinya di hari kiamat dalam kondisi membaca Talbiyah (tengah kerjakan haji). 

Berdasar pada kisah Imam Muslim diceritakan kalau ada seorang pria jatuh dari onta lantas patah lehernya serta wafat. Rasulullah SAW juga bersabda yang berarti : “Mandikanlah ia dengan air yang digabung dengan daun bidara, lalu kafani dengan ke-2 kain ihramnya, serta janganlah tutupi kepalanya, lantaran Allah bakal membangkitkannya nantinya di hari kiamat dalam kondisi membaca Talbiyah (tengah kerjakan haji). ”

Disamping itu berkaitan asumsi beberapa orang jika ikatan-ikatan tali kafan tak dilepaskan jadi mayat itu bakal bangun lagi atau jadi pocong yaitu asumsi kurafat yg tidak mempunyai basic hukum di dalam agama bahkan juga bertentangan dengan aqidah islam.

Pada intinya, seseorang muslim yang telah wafat kembali pada Rahmatullah tanpa ada membawa apa-apa. Orang yang telah wafat, mesti butuh dilepaskan semuanya yang menempel ditubuhnya, seperti baju luar-dalam, sepatu, dasi serta benda-benda berbentuk duniawi yang lain. Tidak cuma baju, butuh juga melepas apa sajakah yang menggantung, tersemat, atau melingkar seperti kalung, cincin, gelang, atau anting termasuk tali ikat kain kafan.
TAHUKAN KALIAN SEMUA!!! Kenapa Tali Pocong Harus Dilepas?? JANGAN LUPA DI SHARE!!! TAHUKAN KALIAN SEMUA!!! Kenapa Tali Pocong Harus Dilepas?? JANGAN LUPA DI SHARE!!! Reviewed by Siska Permatasari on 05.34 Rating: 5

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

TOP-LEFT ADS