SUNGGUH MENCENGANGKAN!!! Hidup di Dua Alam, Benarkah Kepiting Haram Dimakan?,,TOLONG SHARE YA!!!!


Kepiting adalah hewan laut yang dapat dikreasikan jadi 
makanan lezat. Tetapi habitat kepiting yang disangka hidup di dua alam menyebabkan pro serta kontra mengenai halal atau haramnya hewan ini untuk dikonsumsi. Terutama ada ketidaksamaan pendapat di antara kelompok ulama di Indonesia berkaitan hal itu, bikin orang-orang bingung terkait status hukum mengkonsumsi kepiting yang masihlah dipertanyakan kehalalannya.

Ada dua ketidaksamaan pendapat ulama yang menerangkan mengenai perkara ini, yakni kepiting halal serta haram bila dikonsumsi. Pendapat yang menyebutkan kalau hewan ini haram dikonsumsi merujuuk pada kitab al-Maj’mu’ Syarah al-Muhaddzab. Dalam kitab ini diterangkan kalau kepiting dapat hidup di darat serta di air hingga digolongkan mempunyai habitat dua alam. Sebagian besar ulama yang menyebutkan haram merujuk pada pendapat ini.

Sesaat pendapat ulama yang menyebutkan kalau kepiting halal dikonsumsi mengacu pada sebagian surat dalam Al-Quran. Menyikapi kontroversi yang berlangsung di masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) lakukan kajian untuk mengambil keputusan halal atau haramnya hewan ini untuk dikonsumsi.

Ketentuan MUI yang disahkan th. 2012 lalu mengambil keputusan kalau hukum makan kepiting yaitu halal. Menurut lembaga ini, kepiting yaitu hewan yang habitatnya di air serta bernafas dengan insang, hingga tak digolongkan hewan yang hidup di dua alam. Memanglah, hewan itu dapat bertahan di darat, tetapi waktunya terbatas. Apabila ada persediaan air habis, jadi kepiting bakal mati.

MUI juga mengacu pada Surah 


Al-Maidah : 96 yang berarti “Dihalalkan untuk kalian untuk memburu hewan laut (saat ihram) serta bangkai hewannya, sebagai kesenangan untuk kalian serta sebagai (bekal) untuk beberapa musafir (Al-Maidah : 96). 

Hal ini dapat diperkuat dengan Hadist Kisah Abu Hurairah mengenai sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan kalau " Laut itu airnya suci serta bangkainya halal. " 

Dalam mengambil keputusan halal serta haram, MUI mempunyai tiga patokan salah satunya ada dalil berbentuk nash (Al-Quran atau hadis) yang menyebutkan makanan itu halal. Ada nash yang menyebutkan haram. Ketiga, tak ada nash yang menyebutkan haram atau halal. Makanan yang dinyatakan halal oleh nash, diantaranya, binatang laut.

Menurut MUI, kepiting termasuk juga binatang yg tidak ditegaskan oleh nash mengenai halal atau haramnya. Jadi ketetapan hukumnya kembali pada hukum asal semua suatu hal yang pada intinya yaitu halal selama tak beresiko jelek untuk jasmani serta rohani.

Penetapan halal ini dapat memerhatikan kitab-kitab serta pendapat ulama besar yang lain. Seperti pendapat Imam Al Ramli mengenai binatang laut, pendapat Syeikh Muhammad al‐Kathib, dan pendapat peneliti yang sudah lakukan kajian mengenai habitat hidup kepiting.

Hal semacam ini pasti jadi dasar untuk umat Islam yang awalannya beberapa sangsi dengan hukum mengonsumsi hewan ini. Karenanya ada status ini, saat ini umat islam telah dapat nikmati rejeki berbentuk makanan laut lezat yang dapat di proses jadi menu istimewa.

Disamping itu di Indonesia hidup sekitaran 2. 500-an spesies kepiting. Dari jumlah yang beberapa ribu itu, ada dua type kepiting sebagai favorite orang-orang Indonesia yaitu type kepiting bakau serta rajungan. Banyak wilayah perairan di sebagian pulau di Indonesia, malah jadikan kepiting sebagai makanan keseharian mereka.

Semoga info ini dapat jadi pengetahuan baru untuk pembaca setia. Peroleh info unik yang lain cuma di Infoyunik, buka tabir keunikan. Terimakasih telah berkunjung. 

sumber:http://tausiahagamaislam.blogspot.com/2016/03/hidup-di-dua-alam-benarkah-kepiting.html
SUNGGUH MENCENGANGKAN!!! Hidup di Dua Alam, Benarkah Kepiting Haram Dimakan?,,TOLONG SHARE YA!!!! SUNGGUH MENCENGANGKAN!!! Hidup di Dua Alam, Benarkah Kepiting Haram Dimakan?,,TOLONG SHARE YA!!!! Reviewed by Siska Permatasari on 20.38 Rating: 5

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

TOP-LEFT ADS